Tatabet - Dua gol AS Monaco melawan Borussia Dortmund di Stade Louis II mengandung efek destruktif yang hebat. Dua gol cepat yang berperan menggagalkan ambisi comeback perwakilan Jerman tersebut.
Dortmund kalah 1-3 di markas Monaco di leg kedua perempat final Liga Champions 2016/17, Kamis (20/4). Dortmund tersingkir dari agregat 3-6 dan gagal lolos ke semifinal.
Monaco memimpin 2-0 dengan gol dari Kylian Mbappe 3 menit dan Radamel Falcao pada menit ke-17. Dortmund menipiskan gol melalui kapten Marco Reus pada menit ke-48, tapi Monaco mencetak gol ketiga melalui pemain pengganti Valere Germain di menit ke-81.
Reus menegaskan, tujuan 'kapal perusak' oleh Mbappe dan Falcao seharusnya tidak terjadi jika Dortmund lebih fokus. "Kami tidak memulai permainan dengan baik," kata Reus seperti dilansir UEFA.com.
"Kami gagal memberi tekanan pada kami dan dengan cepat tertinggal 2-0 pada saat itu saat kami belum selesai, karena sebenarnya kami bisa mencetak tiga gol. Kami memulai babak kedua dengan baik namun tidak bisa mencetak gol lebih banyak.
Kiper Dortmund Roman Burki juga satu suara dengan sang kapten. Menurut Burki, dua gol cepat Monaco membuat hal-hal jauh lebih sulit bagi Dortmund.
"Kesalahan kami memungkinkan mereka mencetak dua gol cepat, yang membuat situasi semakin sulit, kami mencoba segalanya setelah jeda, dan saya pikir kami telah tampil bagus tapi semuanya selesai dengan gol ketiga mereka," kata Burki.
"Gol pertama merupakan kesalahan saya, saya harus memasukkan bola ke bola agar terbuang lebih jauh."
Di leg pertama di Jerman, memulai serangan bom di bus tim mereka, Dortmund kalah 2-3. Pertandingan kedua, harapan Dortmund untuk kembali dan lolos ke semifinal dirusak oleh dua gol cepat oleh Monaco.
Dortmund dieliminasi agregat 3-6, sedangkan Monaco melaju ke empat besar dengan Juventus, Atletico Madrid dan juara bertahan Real Madrid.







